Hello readers! Kali ini blog saya akan membahas beberapa
materi mengenai Pemuda dan Sosialisasi. Berikut penjelasan dari saya. Let’ss
get startedd!!
Sebelumnya,
sebagai remaja patutnya kita mengetahui jati diri kita sebagai pemuda dan
pemudi indonesia. Apakah kalian mengetahui mengenai apakah definisi dari pemuda
itu?
Sedangkan dalam
kerangka usia, WHO menggolongkan usia 10 – 24 tahun sebagai young people,
sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10 -19 tahun. Jadi pemuda
identik sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter
khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki
moralitas, dsb.
Kelemahan mecolok dari
seorang pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, sedangkan
kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa
perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
Secara hukum pemuda
adalah manusia yang berusia 15 – 30 tahun, secara biologis yaitu manusia yang
sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik,
dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang
ditandai dengan mimpi basah bagi pria biasanya pada usia 11 – 15 tahun dan
keluarnya darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 – 13 tahun.
Pemuda adalah suatu
generasi yang dipundaknya terbebani berbagai macam – macam harapan, terutama
dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan
sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan generasi
sebelumnya, generasi yang mengisi dan melanjutkan estafet pembangunan.
Di dalam masyarakat, pemuda merupakan
satu identitas yang potensial. Kedudukannya yang strategis sebagai penerus cita
– cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya.
Selain pemuda, dan sebagai seorang yang akan meneruskan bangsa, sosialisasi
juga perlu kalian ketahui!
Sosialisasi adalah proses yang
membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana
bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai
individu maupun sebagai anggota masyarakat Pengertian sosialisasi mengacu pada
suatu proses belajar seorang individu yang akan mengubah dari seseorang yang
tidak tahu menahu tentang diri dan lingkungannya menjadi lebih tahu dan
memahami. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana seseorang menghayati
(mendarahdagingkan – internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup
sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan tidak ditemukan
apa yang disebut dengan “diri”.
Dan sosialisasi juga
merupakan proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan
penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan
berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Selain itu Sosialisasi diartikan sebagai
sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari
kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma
sosial yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.
Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli:
• Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu
individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan
berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
• Peter
Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana
seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya
sehingga akan membentuk kepribadiannya.
• Paul
B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana
seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat
tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
• Soerjono
Soekanto
Sosialisasi adalah proses
mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.
Internalisasi
Internalisasi
Belajar Dan Sosialisasi Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat.
Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma –
norma masyarakat yang akan membentuk kepribadiannnya dilingkungan masyarakat.
Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan
masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.
Proses
Sosialisasi
Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles
H. Cooley dan teori George Herbert Mead.
Teori Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar manusia
yang akan menghasilkan konsep diri (self concept). Proses pembentukan konsep
diri ini yang kemudian disebut Cooley sebagai looking-glass self terbagi
menjadi tiga tahapan sebagai berikut.
” Seorang anak
membayangkan bagaimana dia di mata orang lain.”
Seorang anak merasa
dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak
memiliki prestasi dan sering menang diberbagai.
“Seorang anak
membayangkan bagaimana orang lain menilainya.”
Dengan perasaan bahwa
dirinya hebat, anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Ia
merasa orang lain selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan
ini muncul akibat perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, orang tua
selalu memamerkan kepandaiannya.
“Apa yang dirasakan anak
akibat penilaian tersebut”
Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang
positif pula.Semua tahap
di atas berkaitan dengan teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan berusaha
memainkan peran sosial sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang
anak di beri label “nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran
sebagai “anak nakal” sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, meskipun
penilaian itu belum tentu benar.
Pemuda dan Identitas
Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan
Generasi Pemuda
Pola dasar pembinaan dan pembangunan
generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan
Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978.
Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam
poenanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga
pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai
sasaran dan tujuan yang dimaiksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan
generasi muda disusun berlandaskan:
• Landasan Idiil : Pancasila
• Landasan Konstitusional :
Undang-undang dasar 1945
• Landasan Strategi : Garis-garis Besar
Haluan Negara
• Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan
Proklamasi
• Landasan Normatif : Tata nilai
ditengah masyarakat.
Arah pembinaan dan pengembangan generasi
muda ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasn dan keutuhan antara
ketiga sumbu orientasi hidupnya yakni.
• Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang
Masa Esa.
• Orientasi dalam dirinya sendiri.
• Orientasi ke luar hidup di lingkungan.
Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan
generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu:
• Generasi muda sebagai subjek pembinaan
dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta
landasan untuk mandiri dan ketrlibatannya pun secara fungsional bersama potensi
lainnya guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.
• Generasi muda sebagai objek pembinaan
dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan
kea rah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum
dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.
Pengertian pokok pembinaan dan
pengembangan generasi muda
Generasi merupakan generasi penerus
perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan nasional, diharapkan
mampu memikul tugas dan tanggung jawab untuk kelestarian kehidupan bangsa dan
negara. Untuk itu generasi muda perlu mendapatkan perhatian khusus dan
kesempatan yang seluas- luasnya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara wajar
baik jasmani, rohani maupun sosialnya.
Dalam proses pertumbuhan dan
perkembangannya, terdapat generasi muda yang menyandang permasalahan sosial
seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat dan narkota, anak jalanan dan
sebagainya baik yang disebabkan oleh faktor dari dalam dirinya (internal)
maupun dari luar dirinya (eksternal). Oleh karena itu perlu adanya upaya,
program dan kegiatan yang secara terus menerus melibatkan peran serta semua
pihak baik keluarga, lembaga pendidikan, organisasi pemuda, masyarakat dan
terutama generasi muda itu sendiri.
Arah kebijakan pembinaan generasi muda
dalam pembangunan nasional menggariskan bahwa pembinaan perlu dilakukan dengan
mengembangkan suasana kepemudaan yang sehat dan tanggap terhadap pembangunan
masa depan, sehingga akan meningkatkan pemuda yang berdaya guna dan berhasil
guna. Dalam hubungan itu perlu dimantapkan fungsi dan peranan wadah-wadah
kepemudaan seperti KNPI, Pramuka, Karang Taruna, Organisasi Siswa Intra Sekolah
(OSIS), Organisasi Mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan organisasi
fungsional pemuda lainnya.
Dalam kebijakan tersebut terlihat bahwa
KARANG TARUNA secara ekslpisit merupakan wadah pembinaan dan pengembangan
generasi muda yang bertujuan untuk mewujudkan generasi muda aktif dalam
pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan bidang kesejahteraan sosial
pada khususnya. Salah satu kegiatan Karang Taruna Kelurahan Purwaharja
Kecamatan Purwaharja sedang membuat kerajinan bambu yang diolah menjadi aneka
macam alat musik seperti suling, angklung dan sebagainya.
Pengertian
pokok pembinaan dan pengembangan Generasi Muda ada dua yaitu :
- Generasi
Muda sebagai Subyek
Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali
ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan
masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan berbangsa
bernegara serta pembangunan nasional.
- Generasi
Muda sebagai Obyek
Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan
bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang
maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara serta pembangunan nasional.
Pembinaan dan pengembangan ini sangat diperlukan juga
untuk mengatasi hambatan-hambatan atau permasalahan yang sering terjadi pada
generasi muda, contoh permasalahannya yaitu :
1. Kesadaran
diri dari generasi muda yang masih kurang dalam proses pembangunan.
2. Sifat
generasi muda yang masih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat sepihak
dan cenderung negative.
3. Sifat
dari generasi muda yang kadang masih menggantungkan, baik kepada orang tua,
pimpinan, ataupun orang lain.
4. Kekurangsiapan
generasi muda dalam menghadapi era globalisasi dewasa ini.
5. Kurang
adanya kerjasama yang saling bermanfaat demi tercapainya suatu tujuan.
6. Kurang
perhitungan dalam mengambil tindakan, karena terpengaruh oleh egonya.
7. Kurang
adanya dukungan dari pihak-pihak lain demi tercapainya tujuan.
Tujuan sosialisasi
Tujuan sosialisasi pada
prinsipnya adalah untuk membentuk kepribadian seseoarang agar selaras sengan
nilai dan norma umum yang berlaku di masyarakat. Selaras dengan nilai dan norma
artinya, individu menyadari status sosialnya di masyarakat sehingga dapat
menjalankan peran sosialnya sebagaimana mestinya. Selain itu, dengan
kepribadian yang selaras, individu dianggap akan mampu hidup bermasyarakat
Setidaknya ada lima tujuan sosialisasi yang bisa saya
paparkan di sini. Tujuan di sini dapat dipandang sebagai fungsi atau manfaat.
Secara garis besar, manfaat sosialisasi yang dimaksud ditujukan pada
terciptanya tatanan sosial yang stabil. Stabilitas sosial dengan demikian
menjadi tolok ukurnya. Berikut ini lima tujuan sosialisasi:
♦ Memberikan pengetahuan kepada individu
untuk dapat hidup bermasyarakat.
Individu perlu dibekali pengetahuan tentang bagaimana
hidup di masyarakat. Pengetahuan ini diberikan dengan disertai peningkatan
kesadaran akan nilai dan norma yang berlaku. Setiap individu memiliki status
sosial tertentu. Pengetahuan hidup bermasyarakat adalah menjalankan peran
sosial sesuai status sosialnya dan tidak melanggar nilai dan norma sosial yang
berlaku.
♦ Memberikan keterampilan kepada
individu untuk bertahan hidup.
Keterampilan diberikan melalui pengalaman dan
pendidikan. Individu mempelajari keterampilan untuk dapat bertahan hidup di
masyarakat. Tanpa keterampilan, seseorang tidak bisa bekerja. Akibatnya, segala
cara yang melanggar norma, atauran dan hukum diterobos.
♦ Mengembangkan kemampuan individu untuk
berinteraksi sosial.
Interaksi adalah salah satu kebutuhan dasar manusia
sebagai makhluk sosial. Individu dibekali kemampuan berinteraksi melalui
belajar dan pengalaman. Kedua proses tersebut merupakan bentuk sosialisasi.
Tanpa interaksi, seseorang akan mengisolasi diri, hidup seorang diri, dan mati
tak ada yang tau.
♦ Menyadarkan individu akan hak dan
kewajibannya yang pokok dalam masyarakat.
Kesadaran akan hak dan kewajiban individu sangat
penting sebagai satu paket dengan pengetahuan atas status sosialnya. Kesadaran
ini menjadi pijakan peran sosial yang seharusnya dimainkannya. Individu bisa
disadarkan melalui sosialisasi tentang tugas-tugas pokok akan statusnya di
masyarakat.
♦ Membuat individu untuk mampu introspeksi
diri
Kemampuan introspeksi juga berkaitan erat dengan kesadaran
individu akan dirinya, masyarakatnya dan posisi sosialnya di masyarakat. Ketika
seseorang bertindak melampaui norma atau menyeleweng dari tugas-tuga pokoknya,
kemampuan introspeksi dapat membantu untuk mengarahkan dirinya kembali ke jalan
yang benar.
Pada prinsipnya, sekali lagi, semua tujuan sosialisasi di
atas ditujukan untuk melangengkan stabilitas sosial dan terjaganya sistem
sosial yang harmonis di masyarakat. Stabilitas sosial relatif terjaga apabila
nilai dan norma yang berlaku, secara ajeg disosialisasikan ke generasi di
bawahnya sehingga nilai dan norma bersifat tetap meski generasi berganti.
Terjadinya pergeseran atau perubahan nilai dan norma
sosial artinya terjadi perubahan sosial dimana struktur sosial juga ikut
berubah. Proses sosialisasi tidak berfungsi sebagaimana mestinya apabila
gejolak dan konflik sosial lebih sering muncul ketimbang stabilitas sosial.
Sekian tulisan yang saya sampaikan, semoga
bermanfaat ya bagi para pemuda dan penerus bangsa;)
Sumber
:
https://aldodikaa.page.tl/pembinaan-generasi-muda.htm
https://ciptadestiara.wordpress.com/category/pola-dasara-pembinaan-dan-pengembangan-pemuda/
https://ciptadestiara.wordpress.com/category/internalisasi-belajar-dan-sosialisasi/





Komentar
Posting Komentar